Setelah dinyatakan lulus dan menyelesaikan registrasi pembayaran SPP dan lain-lain, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar selanjutnya mengikuti tes kemampuan mengaji dan ibadah shalat.
Tes kemampuan mengaji dan ibadah shalat ini tidak berpengaruh kepada kelulusan mahasiswa baru. Tes ini hanya untuk mengukur kemampuan mengaji mereka, bacaan-bacaan shalatnya, dan akhlaknya,
ujar Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unismuh Makassar selaku pewawancara, Ir Nurdin Mappa MM, kepada pengelola website Unismuh, Senin, 18 Juli 2016.

Dari hasil tes tersebut, katanya, ternyata kemampuan mengaji dan bacaan shalat para mahasiswa baru memang bervariasi. Ada yang bagus bacaannya, tetapi ada juga kurang bagus. Mahasiswa baru yang kurang bagus bacaan al-quran dan bacaan shalatnya, akan diberi bimbingan dan pembinaan lebih lanjut.


Terus terang memang banyak mahasiswa baru yang kurang bagus bacaan al-qur’an dan bacaan shalatnya, bahkan banyak yang mengaku jarang shalat
, ungkap Nurdin, seraya menambahkan bahwa wawancara kepada mahasisa baru dilakukan oleh semua Wakil Dekan III dan Wakil Dekan IV.

Selain tes mengaji dan bacaan shalat, mahasiswa baru juga ditanyai soal akhlak, pergaulan, dan tingkah laku mereka shari-hari, termasuk tentang pengaruh dan keterlibatan mereka dalam penggunaan narkoba dan zat adiktif.

Setelah itu, mahasiswa baru menandatangani pernyataan komitmen yang antara lain bersedia mengikuti pesantren mahasiswa baru (Pesan Maba), mengikuti pembinaan Gerak Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) selama satu bulan, mengikuti pengkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta berkomitmen untuk tidak melakukan tindak kekerasan berupa pemukulan, pengrusakan, pencurian dan tindak kriminal lainnya.

Mereka diharapkan menjadi mahasiswa yang tekun dalam studi, tertib dalam beribadah, tertib dalam berbusana, dan anggun dalam moral pergaulan, kata Nurdin.